Dada Terasa Nyeri Ketika Bernapas? Ini Dia Penyebabnya

Dada Terasa Nyeri Ketika Bernapas? Ini Dia Penyebabnya

Dada Terasa Nyeri Ketika Bernapas? Ini Dia Penyebabnya

acepherbal.com – Nyeri dada ketika bernapas dapat terjadi saat serangan jantung yang merupakan kondisi darurat mendis. Namun ada juga beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri dada ketika bernapas.

Dada Terasa Nyeri Ketika Bernapas? Ini Dia Penyebabnya

Ada 4 penyebab utama yang dapat menyebabkan dada nyeri ketika bernapas diantaranya:

1. Serangan Panik

Serangan panik terjadi ketika serangan kecemasan yang ekstrim dan menyababkan gejala yang intens dan tiba-tiba yang gejalanya hampir sama seperti serangan jantung. Gejala-gejala yang dimaksud ini diantaranya:

  • Lemas
  • Detak jantung yang cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Hot flushes
  • Bergetar
  • Panas dingin
  • Otot lemas dan mati rasa

Serangan panik memang tidak berbahaya, namun, para ahli kesehatan sering memeriksa gejala untuk meredakan serangan jantung.

Orang-orang yang mengalami serangan jantung biasanya mengalami gangguan panik dan kecemasan.

2. Penyakit Jantung

Nyeri dada juga dapat mengindikasikan penyakit jantung seperti:

Angina

Angina merupakan bentuk nyeri dada yang terjadi ketika ada pembatasan aliran darah ke jantung. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sesak napas pada beberapa orang.

Nyeri tersebut dapat terasa seperti sesak atau tertekan di dada, yang biasa menyebar ke seluruh tubuh. Mungkin terasa seperti nyeri tumpul atau sesak parah. Para ahli biasanya mendiagnosis angina dengan melihat gejala dan riwayat kesehatan.

Gagal Jantung

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh seperti seharusnya. Gejala dan tanda dari gagal jantung diantaranya:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Pembengkakan pada kaki,telapak kaki dan pergelangan kaki
  • Kelelahan
  • Perubahan nafsu makan
  • Meningkatnya detak jantung
  • Kebingungan

Perikarditis

Perikarditis dimana adanya peradangan terjadi di dalam jantung. Peradangan ini menyerang jaringan di sekitar jantung yang disebut dengan perikardium. Kondisi tersebut menyebabkan nyeri dada dan gejala lainnya, seperti:

  • Palpilasi jantung
  • Demam
  • Sesak napas
  • Lemah otot
  • Pembengkakan pada perut dan kaki
  • Batuk
  • Nyeri pundak
  • Penyakit pada Paru-paru

Nyeri dada selama bernapas dapat terjadi karena kondisi yang menyerang paru-paru.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan kelompok gangguan yang dapat meningkatkan kesulitan bernapas. Kondisi ini menyebabkan gejala lainnya seperti:

  • Batuk yang berlangsung lama
  • Batuk yang menghasilkan banyak lendir
  • Mengik
  • Nyeri dan sesak di dada
  • Kesulitan bernapas

Asma

Asma merupakan kondisi kronis yang dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan aliran udara. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan pada bernapas dan gejalanya ini termasuk:

  • Nyeri dan sesak di dada
  • Batuk, terutama pada pagi dan malam hari
  • Sesak napas
  • Mengik
  • Infeksi dada
  • Ada beberapa jenis dari infeksi dada ini diantaranya:
  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Tuberkulosis

Beberapa jenis mikroorganisme dapat menyebabkan infeksi ini seperti bakteri dan virus.

Paru-paru robek

Paru-paru robek merupakan tempat udara yang memasuki ruang antara dinding dada dan paru-paru, menyebabkan nyeri dada secara tiba-tiba. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gejala lain seperti:

  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat

Kondisi tersebut dapat diakibatnya cedera pada dada dan penyakit paru-paru.

Emboli Paru

Embolo paru terjadi ketika gumpalan darah membatasi aliran darah ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada dan gejala lainnya seperti

  • Sesak napas
  • Batuk, terkadang disertai darah
  • Kesulitan bernapas

Pleurisi atau radang selaput dada

Kondisi ini disebabkan oleh peradangan yang terjadi di jaringan anatara paru-paru dan tulang rusuk. Radang selaput dada dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam dan kesulitan bernapas yang dirasakan tiba-tiba. Gejala lain yang dapat muncul diantaranya:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Kulit kebiruan
  • Demam
  • Kecemasan
  • Detak jantung meningkat

3. Gangguan Pencernaan

Nyeri dada ketika bernapas juga dapat disebabkan oleh kondisi pencernaan, diantaranya:

Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Esofagus merupakan saluran panjang yang menghubungkan mulut dan perut. GERD terjadi ketika isi perut atau asam lambut kembali naik ke esofagus atau kerongkongan. Bersama dengan nyeri dada dan gangguan pernapasan, gejala lain yang dapat dirakan sepeti:

  • Gangguan bernapas
  • Muntah
  • Mual
  • Kesulitan menelan

Hernia Hiatal

Hernia hiatal adalah sebagian perut bergerak naik ke dada. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Namun pada beberapa orang, hernia hiatal dapat menyebabkan nyeri dada, mulas dan tonjolan di diafragma.

4. Gangguan Muskulokeletal

Muskulokeletal dapat menyebabkan nyeri dada ketika bernapas.

Cedera Dada

Cedera pada dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Misalnya saja, memar atau patah pada tulang rusukyang menyebabkan nyeri ketika bernapas, batuk ataupun bergerak. Gejala-gejala ketika tulang rusuk patah biasanya meliputi:

  • Memar
  • Nyeri dan bagian dada terasa lunak
  • Kesulitan bernapas secara penuh

Kostokondritis

Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan kosta dimana tulang rusuk bertemu dengan tulang dada mengalami peradangan.

Nyeri ini dapat bersifat tajam ataupun tumpul dan dapat bertambah buruk ketika berada di posisi tertentu atau ketika seseorang menghirup udara dalam-dalam.

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyebab nyeri dada yang dirasakan ketika bernapas. Ada banyak penyebab yang mengakibatkan nyeri dada. Kebanyakan membutuhkan diagnosis para ahli untuk mengetahui penyebabnya.

Nyeri dada dapat menjadi tanda dan gejala dari kondisi serius, seperti penyakit jantung dan membutuhkan pengobatan yang tepat agar kondisinya tidak menjadi fatal.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!