Mengenal Lebih Jauh Tentang Glaukoma

Mengenal Lebih Jauh Tentang Glaukoma

Mengenal Lebih Jauh Tentang Glaukoma

acepherbal.com – Glaukoma mengacu pada kumpulan penyakit yang menyebakan kerusakan pada saraf optik. Memiliki lebih dari jutaan serabut saraf, saraf optik ini menghubungkan mata dengan otak. Saraf ini sangat penting karena bertugas untuk mengantarkan penglihatan ke otak.

Serabut saraf otak menjadi bagian dari retina yang memberi kita penglihatan. lapisan serabut saraf ini dapat mengalami kerusakan ketika ada teakanan (tekanan intraokuler) menjadi terlalu tinggi.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Glaukoma

Seiring berjalannya waktu, tekanan yag terus menerus dapat menyebabkan serabut saraf mengalami kematian, yang mengakibatkan penurunan penglihatan. Hilangnya penglihatan dan kebutaan juga cenderung teradi jika glaukoma tidak ditagani dengan tepat.

Gejala Glaukoma

Glaukoma juga dinamai dengan “pencuri penglihatan” karena sering tidak terdeteksi yang menyebabkan kerusakan pada mata.

Biasanya kondisi ini tidak menunujukan gejala apapun pada tahap awal, sehingga banyak yang menderita glaukoma namun tidak menyadarinya, maka dari itu glaukoma juga disebut dengan penyakit diam-diam.

Ketika penyakit ini berkembang, penglihatan menjadi terganggu bahkan jika tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan kebutaan total.

Penyebab Glaukoma

Glaukoma biasanya terjadi ketika cairan di dalam mata menumpuk, menyebabkan tekanan lebih dari kemampuan mata untuk menahan cairan tersebut. Di dalam mata juga terdapat saluran yang bertugas mengeringkan cairan ini agar tidak tersumbat.

Pada kasus yang lain, mata dapat menghasilkan cairan lebih dari normal dan biasanya tidak dapat dikeringkan dalam waktu singkat, yang pada akhirnya menyebabkan tekanan intraokuler lebih tinggi.

Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apa yang menyebabkan beberapa orang cenderung mengalami masalah ini.

Selain hal-hal di atas penyebab dari glaukoma juga bisa meliputi gangguan genetik dan aliran darah menuju saraf optik.

Faktor Resiko Glaukoma

Mengalami tekanan intraokuler tinggi dapat meningkatkan resiko untuk mengembangkan glaukoma. Pada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas dan orang Afrika-Amerika juga memiliki resiko yang tinggi untuk mengembangkan kondisi yang sama.

Lebih jauh, meraka yang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, memiliki penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, juga trauma dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita glaukoma.

Jenis-jenis Glaukoma

Ada dua jenis utama dari glaukoma yakni kronis atau glaukoma sudut terbuka primer dan akut atau glaukoma sudut tertutup.

  • Glaukoma kronis, galaukoma sudut terbuka dapat merusak mata tanpa tanda apapun. Kondisi ini merupakan jenis glaukoma yang paling sering terjadi dan terjadi secara diam-diam. Kerusakan mata ini memakan waktu dan tanda apapun.
  • Glaukoma akut, glaukoma sudut tertutup terjadi dengan cepat. Mata akan terlihat memerah dan terasa nyeri dengan gajala nyeri pada wajah, sakit kepala, penglihatan kabur, munculnya lingkaran pelangi ketika mata terkena cahaya, mual dan muntah. Kondisi ini merupakan kondisi darurat medis dan membutuhkan pengobatan segera.

Pengobatan glaukoma dibutuhkan untuk mengurangi tekanan pada mata agar kerusakan pada mata tidak semakin parah.

Obat-obatan yang diberikan biasanya diberikan dalam bentuk obat tetes mata maupun obat yang harus dikonsumsi. Glaukoma juga bisa diatasi dengan treatment laser yang telah banyak digunakan untuk mencegah kerusakan yang terjadi.

Pemeriksaan yang tepat ketika gejala sudah dirasakan sangat penting untuk mencegah kerusakan yang berlanjut. Mengingat jika tidak ditangani dengan tepat glaukoma dapat menyebabkan kebutaan total.

Sebagai pencegahan dan menjaga kesehatan mata, mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin B1 dan makanan seperti hati, susu, keju, dan mentega bisa menjadi alternatif terbaik.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!