Mengenal Lebih Jauh Mengenai Jenis-jenis Penyakit Autoimun

Mengenal Lebih Jauh Mengani Jenis-jenis Penyakit Autoimun

Mengenal Lebih Jauh Mengani Jenis-jenis Penyakit Autoimun

acepherbal.com – Penyakit autoimun merupakan kumpulan beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang paling kompleks dan sulit di obati. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh.

Sistem imun tubuh merupakan penghubung antar jaringan, organ dan sel. Perannya sendiri ialah mempertahakan tubuh dari melindungi tubuh dari infeksi dan bibit penyakit.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh salah mengartikan sel sehat dengan zat asing dan mulai menyerangnya.

Penelitian menunjukan bahwa penyakit autoimun cenderung memiliki kondisi yang melatarbelakanginya seperti, gentik, ras dan jenis kelamin. Gangguan autoimun sulit didiagnosis karena memiliki gejala yang hampir sama satu sama lain.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Jenis-jenis Penyakit Autoimun

Menurut National Insititutes of Health (NIH), sekitar 24 juta orang Amerika Serikat setidaknya memiliki penyakit autoimun.

  • Penyakit Celiac

Kondisi ini juga di kenal sebagai intolerasi gluten. Penyakit Celiac merupakan penyakit autoimun dimana lapisan usus kecil mengalami peradangan setelaj memakan makanan yang mengandung protein gluten.

Gluten sering kali ditemukan dalam gandum utuh, gandum hitam dan barley dan makanan lainnya.

Gejala-gejala ini meliputi peradangan dan nyeri perut, panas dada, kelelahan, nyeri dada, kelelahan, menurunnya berat badan, muntah dan diare.

  • Rheumatoid Arhtritis RA

RA merupakan salah satu gangguan autoimun yang bersifat jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan sistem imun menyrang jaringan yang sering menyernag sendi pada tangan dan kaki.

  • Psoriasis

Penyakit autoimun yang sering dipicu oleh stres, infeksi atau faktor lingkungan. Psoriasis dapat menyebabkan kulit bersisik dan kering yang diringi dnegan gatal kulit dan nyeri sendi.

  • Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus merupakan peradangan yang berlangsung jangka panjang yang terjadi pada usus dan lapisan saluran pencernaan. Gejala-gejalanya meliputi kram perut, perut kembung, diare dissertai darah, mual dan sembelit.

Ada dua jenis penyakit radang usus, yang pertama penyakit Crohn merupakan peradangan kronis yang menyerang bagian-bagian dari saluran cerna. Sementara jenis yang kedua adalah kolitis ulseratif, merupakan peradangan jangka panjang pada usus besar.

  • Penyakit Addison

Merupakan satu kondisi yang terjadi ketika kelenjar adrenal gagal menghasilkan hormon kortisok dan alodsteron yang cukup. Penyakit Addison dapat memicu tekanan darah rendah, kelelahan, pusing ketika berdiri, gula darah rendah, dehidrasi, hilangnya nafsu makan, mual dan kulit menjadi lebih gelap.

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabtes melitus yang bergantung pada insulin. Jenis penyakit autoimun ini terjadi ketika pankreas menghasilakan sedikit insulin atau tidak menghasilkan insulin sama sekali. Kondisi ini mengakibatkan gula darah menjadi tidak terkontrol.

Gejala-gejalanya meliputi sering buang air kecil, meningkatnya rasa haus, kehilangan energi, penglihatan kabur, mudah lapar dan mual.

  • Vitiligo

Vitiligo ialah kondisi yang ditandai dengan hilangnya pigmen kulit atau hilangya sebagian besar warna kulit. Perubahan warna lebih sering terlihat pada individu yang memiliki kulit lebih gelap.

  • Penyakit Hashimoto

Sebuah kondisi yang menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid, yang seiring waktu dapat menyebabkan kelenjar ini tidak menghasilkan hormon tiroid.

Adapun gajala-gjalanya meliputi menurunnya berat badan, kecemasan, tangan gematar, tekanan darah tinggi dan berkeringant.

  • Systemic Lupus Erythematosis (SLE, Lupus)

SLE merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan pada kulit, sendi dan jika sudah parah dapat menyerang organ dalam. Gejala yang ditimbulkan diantaranya nyeri otot dan sendi, ryam, kelelahan dan demam.

Faktor Resiko Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita kondisi ini, seperti:

  • Genetik. para ahli mengatakan bahwa riwayat keluarga dari penyakit autoimun merupakan faktor resiko yang kuat.
  • Jenis kelamin, wanita memiliki resiko lebih besar untuk menderita penyakit autoimun dari pada laki-laki. Para ahli juga tidak yakin mengapa hal ini dapat terjadi. Namun faktor hormonal atau karena wanita cenderung memiliki sistem imun yang kuat yang memainkan peran tersebut.
  • Usia, penyakit autoimun sering terjadi di usia muda dan paruh baya
  • Etnis, penduduk asli Amerika, Amerika Latin dan Afrika-Amerika umumnya dapat mengembangkan autoimun pada tingkat yang lebih tinggi dari Kaukasia.
  • Infeksi, jika secara genetik satu indiviru memiliki kecenderungan untuk menderita infeksi virus atau bakteri tertentu, kala orang tersebut memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit autoiun dikemudian hari.
    Meskipun kondisi yang melatarbelakanginya masih belum jelas, para ahli masih terus melakukan penelitian mengenai infeksi sebelumnya yang beresiko mengacaukan sistem imun.

Pemeriksaan secara menyeluruh merupakan cara yang paling tepat agar penderita autoimun mendapat perawatan yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!