Mengenal Lebih Jauh Mengenai Keputihan: Jenis dan Penyebabnya

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Keputihan: Jenis dan Penyebabnya

Mengenal Keputihan: Jenis dan Penyebabnya

acepherbal.com – Keputihan pada perempuan seringkali bersifat normal dan dapat terjadi pada siapa saja. Meski begitu, ada beberapa jenis keputihan yang mengindikasikan infeksi.

Mengenal Lebih Jauh Menganai Keputihan: Jenis dan Penyebabnya

Keputihan abnormal merupakan keputihan yang sering kali memiliki warna kuni atau kehijauan dengan konsistensi tebal dan berbau tidak sedap.

Jenis-jenis Keputihan

Keputihan memiliki beberapa jenis, biasanya jenis-jenis keputihan ini ditentukan berdasarkan warna dan konsistensinya.

Beberapa jenis keputihan bersifat normal dan beberapa diantaranya dapat mengindikasi keluhan kesehatan yang mendasarinya. Dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari keputihan abnormal ini. Adapun jenis-jenis keputihan ini diantaranya:

  • Keputihan berwarna putih

Keputihan berwarna putih, terutama pada awal atau akhir siklus menstruasi bersifat normal. Namun, jika keputihan disertai dengan rasa gatal dan memiliki konsistensi yang tebal atau tampilannya seperti warna dan tekstur keju, maka bersifat tidak normal dan membutuhkan pengobatan yang tepat. Jenis keputihan ini kemungkinan besar menjadi tanda dari infeksi jamur.

  • Keputihan yang lebih cair dan bening

Keputihan dengan tekstur yang lebih cair dan berwarna bening bersifat sangat normal. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja di setiap bulannya. Terutama keputihan ini sering muncul setelah olahraga berat.

  • Keputihan bening dengan tekstur elastis

Ketika keputihan tidak berwarna atau bening namun elastis yang terlihat seperti lendir, maka mengindikasikan bahwa Anda sedang berada pada masa ovulasi dan bersifat normal.

  • Keputihan berwarna cokelat

Keputihan berwarna cokelat atau nampak seperti darah bersifat normal terutama pada siklus menstruasi awal.

Jika menstruasi sudah akan berakhir maka warnanya tidak akan terlihat cokelat tetapi berwarna merah. Anda juga kemungkinan akan mengalami kkeputihan ini diantara periode menstruasi yang disebut dengan flek.

Apabila flek ini terjadi selama waktu normal pada siklus menstruasi dan selama waktu tersebut Anda melakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman, maka hal ini bisa menjadi salah satu tanda dari kehamilan.

Namun apabila selama kehamilan awal Anda mengalami flek yang sering, maka harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena dikhawatirkan menjadi tanda dari keguguran.

Pada kasus yang jarang, keputihan berwarna cokelat atau kemerahan bisa menjadi tanda dari kanker endometrium atau kanker serviks. Atau bisa juga akibat dari masalah kewanitaan seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya.

  • Keputihan berwarna kuning atau hijau

Keputihan berwarna kuning atau hijau, terutama memiliki konsistensi yang tebal dan berbau tidak sedap merupakan jenis keputihan abnormal.

Jenis kuputihan ini dapat menjadi tanda dari infeksi trikomoniasiis yang dapat menyebar melalui hubungan seksual.

Penyebab Keputihan pada Perempuan

Keputihan normal tidak berbahaya malah dapat menyehatkan. Hal ini dikarenakan keputihan membantu membersihakan dan menjaga kesehatan vagina.

Misalnya, keputihan normal dapat meningkat bersama dengan gairah seksual dan ovulasi. Olagraga, penggunaan alat kontrasepsi terutama berbentuk pil dan stres emosional dapat menjadi penyebab dari keputihan ini.

Namun pada kebanyakan kasus, keputihan abnormal ini biasanya disebabkan oleh infeksi. Berikut beberapa infeksi yang dapat menyebabkan keputihan abnormal, diantaranya:

Bakteri Vaginosis

Bakteri vaginosis merupakan infeksi bakteri yang cukup umum. Kondisi ini menyebabkan peningkatan keputihan yang disertai dengan bau tidak sedap yang kuat, mesikupun pada beberapa kasus jenis bakteri ini tidak menyebabkan gejala apapun.

Wanita yang melakukan hubungan seksual secara oral atau mereka yang sering melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan memiliki peningaktakn resiko untuk menderita infeksi ini.

Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal. Infeksi tersebut baisanya menyebar melalui kontak seksual tetapi juga dapat ditularkan dengan cara berbagi handuk atau pakaian renang yang sama.

Kondisi ini menyebabkan keputihan berwarna kuning atau hijau dengan bau yang tidak sedang. Nyeri peradangan dan gatal merupakan gejala yang umum dari keputihan ini meskipun beberapa orang tidak mengalami gejala apapun.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur dapat menyebabkan keputihan berwarna putih dan memiliki tekstur yang terlihat seprti keju. Untuk gejalanya sendiri jenis infeksi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar dan gatal.

Jamur pada organ reproduksi wanita memang normal, namun juga dapat berkembang di luar kendali pada kondisi tertentu. Berikut ada beberapa kemungkinan yang dapat meningkatkan resiko untuk terkena infeksi jamur:

  • Stres
  • Diabetes
  • Pil KB
  • Kehamilan
  • Antibiotik, terutama jika dikonsumsi lebih dari 10 hri

Gonore atau Klamidia

Gonore atau kalimidia merupakan infeksi meluar seksual yang dapat menyebabkan keputihan abnormal. Adapun jenis infeksi ini dapat menyebabkan keputiha n berwarna kuning, kehijauan atau keruh.

Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul merupakan jenis infeksi yang sering menyebar dengan kontak seksual. Kondisi ini terjadi ketika bakteri dari pagina ke organ reproduksi lainnya. Konsistensi keputihan dari kondisi ini terlihat tebal disertai dengan bau tidak sedap

Human Papillomavirus atau Kanker Serviks

Human papillomavurus (HPV) mernupakan infeksi yang dapat disebarkan melalui kontak seksual. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kanker serviks.

Meskipun ada kemungkinan untuk tidak menyebabkan gejala apapun, namun jenis kanker ini dapat mengakibatkan kepithan dengan warna cokelat, memerah atau bening dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah dilihat melalui papsmear dan tes HPV.

Jika Anda mengalami kepkutihan abnormal bersama dengan gejala tertentu, maka kondisi tersebut harus segera diperiksakan, terutama jika Anda mengalami:

  • Demam
  • Sakit perut
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Kelelahan
  • Peningkatan buang air kecil

Untuk mencegah infeksi, sebaiknya Anda mulai mempraktikan hidup bersih dan sehat salah satunya dengan menggunakan celana dalam dengan bahan yang dapat menyerap keringat.

Tidak disarankan untuk mandi menggunakan air hangat karena dapat menghilangkan bakteri baik dan memperburuk kondisi keputihan.

Untuk menurunkan infeksi jamur ketika mengonsumsi antibiotik, konsumsilah yogurt yang mengandung bakteri baik yang hidup untuk meminimalisir infeksi tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!