Manfaat Tomat untuk Kesehatan Kulit Hingga Pencegah Kanker

Manfaat Tomat untuk Kesehatan Kulit Hingga Pencegah Kanker

Manfaat Tomat untuk Kesehatan Kulit Hingga Pencegah Kanker

acepherbal.com – Tomat merupakan makanan yang penuh nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi di dalamnya dapat menjaga kesehatan kulit, menurunkan berat badan dan menyehatkan jantung.

Selain kepopuleran buah tomat, 200 tahun tomat dianggap beracun di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan tomat berasal dari familil racun nightshade.

Sekarang ini tomat menempati posisi ke 4 sayuran segar yang paling populer. Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai manfaat kesehatan yang akan di dapat jika secara rutin mengonsumsi buah tomat.

Manfaat Tomat untuk Kesehatan Kulit Hingga Pencegah Kanker

Tomat merupakan tanaman yang sangat bernutrisi. Mengonsumsinya dengan berbagai cara berbeda tidak akan mengurangi manfaat yang akan diberikan oleh buah ini. Seperti halnya saluran pada umumnya, tomat diketahui dapat mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Tomat memiliki ukuran yang berbeda dan disajikan dengan cara yang berbeda pula. Manfaat dari buah tomat ini juba berbeda karena jenisnya yang cukup banyak. Misalnya saja tomat ceri yang memiliki kandungan betakaroten yang tinggi dibandingkan tomat biasa.

Asupan sayur dan buah yang banyak juga telah dikaitkan dengan kesehatan kulit dan rambut, meningkatkan energi bahkan membantu menurunkan berat badan.

  • Mencegah Perkembangan Kanker

Tomat kaya akan sumber vitamin C dan kandungan antioksidan. Dengan kandungan tersebut, tomat dapat membantu melawan pembentikan radikal bebas yang menjadi penyebab dari kanker.

Penelitian terbaru dalam jurnal Molecular Cancer Research mengaitkan antara asupan beta karoten tinggi dan pencergahan perkembangan kanker prostat.

Tomat juga mengandung likopen yang merupakan polifenol atau senyawa tanaman yang telah dikaitkan dengan salah satu pencegahan kanker prostat. Kandungan tersebut juga yang memberikan warna merah pada tomat.

Sebuah penelitian pada populasi di Jepang menunjukan bahwa konsumsi beta-karoten dapat mengurangi resiko kanker usus besar.

Asupan serat dari buah dan sayur ini dikaitkan dengan penuenan resiko kanker kolekteral. Beta karoten yang tinggi berperan sebagai penjaga dari kanker prostat.

Penelitian berdasarkan manusia yang lebih jauh dibutuhkan untuk melihat kemungkinan peran likopen dan beta karoten dalam mencegah dan mengobati kanker.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Memertahankan asupan sodiuk rendah dapat membantu menjaga tekanan darah. Namun, meningkatnya asupan kalium juga sangat penting karena bermanfaat untuk memperlebar arteri.

Menurut National health and Nutrition Examination Survey (NHANES), kurang dari 2% orang dewasa di Amerika sering direkomendasikan untuk mengonsumsi kalium harian sebanyak 4700mg.

Asupan kalium tinggi dan sodium rendah juga berkaitan dengan 20% penurunan resiko penyebab kematian.

  • Menjaga kesehatan Jantung

Serat, kalium, vitamin C dan kandungan kolin dalam tomat diketahui dapat menjaga kesehatan jantung. Asupan kalium yang meningkat bersama dengan menurunnya asupan sodium, merupakan perubahan gaya hidu[ yang sangat penting untuk mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Tomat juga mengandung folat yang dapat membantu menyembangkan kadar homosistein yang merupakan asam amino yang berasal dari pemecahan protein.

Dikatakan bahwa hal ini dapat meningkatkan resiko serangan jantung dans stroke. Homosistein dikelola oleh folat yang dapat mengurangi salah satu resiko dari penyakit jantung.

Tidak hanya asupan kalium tinggi yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, kalium ini juga dikenal dapat menjaga otot dari kerusakan, menjaga kepadatan mineral tulang dan mengurangi produksi batu ginjal.

  • Mengontrol Diabetes

Penelitian telah menunjukan bahwa orang-orang dengan diabetes 1 yang mengonsumsi serat tinggi memiliki kadar gula darah yang rendah, sementara orang-orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengalami peningkatan gula darah, lipid dan kadar insulin.

Satu cangkir tomat ceri mengandung serat sebanyak 2 gram. American Diabetes Association merekomendasikan konsumsi serat sekitar 25 gram per hari untuk wanita dan sekitar 38 gram untuk pria.

  • Mengatasi Sembelit

Mengonsumsi makanan yang mengandung air dan serat yang tinggi seperti tomat, dapat membantu mengatasi dehidrasi dan melancarkan buang air besar.

Tomat sering kali disebut sebagai buah pencehar. Serat dapat membantu melunakan feses sehingga sangat baik untuk mengurangi sembelit.

  • Menjaga Kesehatan Mata

Timat kaaya akan sumber likopen, lutein dan beta-karoten. Antioksidan ini telah menunjukan dapat melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya, pengembangan katarak dan degenerasi makula yang berkaitan dengan usia.

Age Related Eye Disease Studi (AREDS) baru baru ini menemulan bahwa orang-orang yang mengonsumsi lutein karotenoid dan zeaxanthin, yang keduanya ditemukan dalam tumat, dapat menurunkan resiko nevaskular AMD sebanyak 35%.

  • Menjaga Kesehatan Kulit

Kolagen merupakan komponen penting untuk kulit, rambut, kuku dan jaringa ikat. Produksi kolegan dalam tubuh bergantung pada vitamin C.

Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit kudis. Vitamin C merupakan antioksidan kuat, jika seseorang kekurangan vitamin C maka dapat meningkatkan kerusakan akibat cahaya matahari, polusi dan asap. Hal ini dapat menyebabkan kerutan, kulit kendur jerawat dan masalah kulit lainnya.

  • Baik untuk Masa Kehamilan

Asupan folat yang cukup sangat penting sebelum dan selama kehamilan hal ini dikarenakan dapat melindungi bayi dari cacat tabung saraf.

Asam folat merupakan bentuk sintesis dari folat yang sering tersedia dala Meskipun wanita hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat, tomat merupakan sumber folat alami yang baik. Hal ini juga berlaku untuk wanita yang menginginkan kehamilan dalam waktu dekat.

Faktor Resiko Mengonsumsi Tomat

Menyertakan tomat dalam konsumsi sayur dan buah sehari-hari juga memiliki resiko tertentu. Setiap tahunnya Environmental Working Group (EWG) menyusun daftar buah dan sayur dengan kadar residu peptisida tertinggi. Makanan ini dikenal sebagai Dirty Dozen.

Pada tahun 2017, tomat berada di nomo 10 dan tomat ceri berada di nomor 14 di daftar tersebut. Meskipun belum terbukti bahwa mengonsumsi makanan organik memiliki manfaat kesehatan secara keseluruhan, EWG menyarankan agar orang-orang membeli tomat organik jika memungkinkan.

Dengan membali tomat organik akan meminimalisir paparan pstisida, meskipun hal ini masih belum terbukti dapat mencegah sejumlah penyakit. Hal yang perlu diingat adalah untuk membasuh tomat terlebih daluhu sebelum dimakan.

Beta-blocker, merupakan obat yang paling umum yang menyebabkan penyakit jantung, yang dapat menyebabkan kadar kalium meningkat alam darah. Makanan yang tinggi kalium seperti halnya tomat tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan ketika mengonsumsi beta-blokcker.

Mengonsumsi kalium terlalu banyak dapat berbahaya terutama meraka yang memiliki gangguan fungsi ginjal. Kegagalan menghilangkan kelebihan kalum dari darah dapat bersifat fatal.

Selain itu, mereka yang menderita GERD dapat mengalami peningakatan gejala seperti nyeri ulu hati dan muntah ketika mengonsumsi makanan yang tinggi asam seperti tomat. Namun reaksi ini dapat berbeda-beda setiap orang.

Nutrisi dari satu jenis makanan tidak akan memberikan dampak yang sangat besar pada pola makan Anda. Sehingga, lebih baik untuk mengonsumsi beragam makanan daripada mengonsumsi satu jenis makanan secara terus menerus.

Itulah informasi singkat mengenai manfaat tomat bagi tubuh. Semoga dengan sedikit informasi di atas bisa menambah wawasan mengenai manfaat makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

Source: https://www.medicalnewstoday.com/articles/273031

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!