5 Pantangan Makanan untuk Penderita Radang Sendi

5 Pantangan Makanan untuk Penderita Radang Sendi

acepherbal.com – Beberapa orang diketahui mengubah pola makan merka untuk membantu mengatasi gejala dari arthritis atau radang sendi.

Perubahan pola makan ini biasanya dengan menghindari makanan seperti makanan inflamasi yang terdiri dari lemak jenuh dan gula. Selain itu, penderita arthritis juga disarankan untuk menjauhi makanan yang tinggi purin.

Arthritis memiliki berbagai jenis penyakit yang semua kondisinya menyebabkan rasa sakit, pembengkakan dan kekakuan pada sendi. Berikut ini beberapa jenis arthritis yang umum ditemukan diantaranya:

  • Rheumatoid arthritis (RA)
  • Arthritis psoriasis
  • Junevil idiopatik arhtritis
  • Asam urat
  • Lupus
  • Psondilitis aniklosa

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diketahui bahwa 23% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki salah satu dari kondisi arthritis di atas.

Bisakah mengubah Pola Makan Membantu Mengatasi Radang Sendi?

Beberapa manfaat yang akan di dapatkan jika mulai mengubah pola makan, diantaranya:

  • Mengurangi peradangan dalam tubuh
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Mengatasi dan menjaga jaringan tubuh agar tetap sehat

Biasanya, inflamasi berfungsi untuk menjaga tubuh dari zat berbahaya, melawan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka. Namun ketika inflamasi ini terus menerus berada di dalam tubuh dalam waktu yang lama maka gejala kronis dari suatu kondisi akan berkembang.

Apa yang seseorang makan dapat berdampak pada kadar inflamasi dan beberapa makanan diketahui ada yang bersifat inflamasi dan non-inflamasi.

Menurut Arthritis Foundation, beberapa penelitian menunjukan bahwa makanan anti-inflamasi dapat mengurnagi nyeri dan perkembangan dari arthritis itu sendiri.

Berat badan seseorang juga dapat memengaruhi kadar inflamasi dimana sel lemak akan menghasilkan sitokin, yang merupakan sell imun yang dapat meningkatkan inflamasi atau peradangan.

Bagi Anda yang menjalankan diet untuk menjaga berat badan dapat sekaligus mengurangi inflamasi dan mengurangi tekanan pada persendian.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa makanan tertentu dapat memicu arthritis, misalnya saja makanan tinggi purin dapat berkontribusi pada serangan asam urat.

5 Pantangan Makanan untuk Penderita Radang Sendi

  1. Lemak Inflamasi

Beberapa jenis lemak dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Menurut Arhtritis Foundation seseorang dengan kondisi arthritis atau radang sendi harus membatasi asupan makanan tertentu seperti:

Asam lemak omega 6, yang terdiri dari minyak yang berasal dari jagung, safflower, bunga matahari dan minyak nabati. Asam lemak omega 6 tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, namun, banyak orang Amerika Serikat yang mengonsumsinya secara berlebihan.

Lemak jenuh, seperti daging, mentega dan keju yang mengandung lemak jenis ini. lemak jenuh harus dikonsumsi tidak lebih dari 10% dari asupan kalori harian seseorang.

Lemak trans, jenis lemak ini berbahaya bagi kesehatan karena dapat mengurangi kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat yang juga meningkatkan kadar inflamasi.

2. Gula

Salah satu penelitian dalam Nutrients mengindikasikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi minuman bersoda dengan tambhan gula secara rutin apat meningkatkan resiko dari rheumatoid arthritis (RA).

Harvard Health mencatat bahwa kelebihan konsumsi gula juga dapat meningkatkan resuji daru penyakit jantung. Gula juga dapat memicu obesitas, peradangan dan penyakit kronis lainnya.

3. Produk Akhir Glikasi Lanjut (AGEs)

AGEs merupakan zat inflamasi yang dapat terakumulasi dalam jaringan, terutama pada seseorang yang sudah berusia lanjut.

Dalam artikel Patient Education menjelaskan bahwa orang-orang dengan penyakit seperti diabetes dan rheumatoid arthritis sering mengalami peningkatkan AGEs ini. Sehingga, mengurangi kadar AGE dapat membantu mengurangi inflamasi.

Lemak dan gula keduanya diketahui dapat meningkatkan kadar AGE. Dalam beberapa makanan olahan dan makanan yang dimasak dalam suhu tinggi juga dapat meningkatkan kadar AGE dalam makanan tersebut.

4. Nightshades

Nightshades merupakan kelompok sayuran yang mengandung senyawa solanin. Penelitian telah mengonfirmasi bahwa nightshades dapat memicu nyeri dari radang sendi, namun Physician Committe for Responsible Medicine mengindikasikan bahwa mengurangu makanan tersebut dapat membantu meningkatkan gejala radang sendi pada beberapa orang. Sayuran nightshades ini terdiri dari:

  • Tomat
  • Paprika
  • Cabai
  • Terong
  • Kentang

Menjaga asupan makanan dan tetap konsisten dalam menngonsumsi diet seimbang dapat menjadi cara yang tepat agar kondisi radang sendi yang sedang Anda alami tidak semakin parah.

5. Makanan Tinggi Purin

Untuk orang-orang yang memiliki asam urat, para ahli kesehatan sering menyerankan untuk mengonsumsi makanan rendah purin dan disertai dengan obat-obatan tertentu.

Purin merupakan zat dalam makanan yang jika masuk ke dalam tubuh maka akan di ubah menjadi asam urat. Asam urat dapat menumpuk dalam aliran darah dan menyebabkan serangan asam urat.

Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC) makanan yang tinggi purin  ini diantaranya:

  • Daging merah
  • Daging organ seperti hati
  • Bir dan jenus alkohol lainnya
  • Daging olahan seperti ham dan bacon
  • Makanan laut seperti kerang

Namun pada sebuah tinjauan tahun 2018 mengidentifikasikan bahwa beberapa sayuran yang tinggi purin seperti kembang kol, jamur dan kacang kedelai  tidak ada kaitannya dengan resiko asam urat.

Makanan yang tinggi inflamasi seperti gula dan lemak jenuh, dapat memperburuk gejala arthrtitis. Beberapa orang juga menemukan bahwa makanan tersebut tinggi akan purin dan sayuran nightshades dapat memicu radang sendi menjadi semakin parah.

Untuk menghindari kondisi tersebut, cobalah untuk mengecualikan makanan yang di duga dapat memperparah radang sendi selama beberapa minggu, dengan begitu Anda akan terbiasa untuk tidak mengonsumsinya di kemudian hari.

 Makanan anti-inflamasi dapat membantu seseorang dengan arthritis untuk menelola gejalanya. Makanan-makanan yang dimaksud diantaranya buah-buahan, sayuran, gandum utuh dan lemak anti-inflamasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!