Jenis-jenis Penyakit Jantung pada Anak

Jenis-jenis Penyakit Jantung pada Anak

Jenis-jenis Penyakit Jantung pada Anak

acepherbal.com – Penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja dan tidak mengenal usia. Kondisi ini juga dapat di derita oleh anak-anak.

Berbagai jenis masalah janung dapat memengaruhi anak-anak diantaranya, cacat jantung bawaan, infeksi virus yang memengaruhi antug dan bahkan penyakit yang didapat pada masa kanak-kanak atau sindrom genetik.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis penyakit jantung yang dapat di derita oleh anak-anak.

Jenis-jenis Penyakit Jantung pada Anak

  • Penyakit Jantung Konginetal

Penyakit jantung bawaan merupakan jenis penyakit yang di derita keika bayi lahir, biasanya disebakan oleh cacat jantung yang sudah ada ketika lahir. Di Amerika Serikat diperkirakan 1 persen dari kelahiran bayi mengidap penyakit jantung bawaan. Penyakit ini meliputi:

Kelainan katup jantung, merupakan penyempitan katup aorta yang dapat membatasi aliran darah.

Sindrom jantung kiri hipoplastik, dimana kondisi jantung bagian kiri tidak berkembang.

Jantung bocor, biasanya ditemukan pada dinding antara bilik dan diantara pembuluh darah besar mengakibatkan kelainan septum ventrikel, kelainan septum atrial dan patent ductus arteriosus (PDA)

Tetralogy of Fallot merupakan kombinasi dari sejumlah kelainan termasuk, lubang di septum ventrikel, bagian yang menyempit antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis dan pembengkakak pada jantung bagian kanan. Kelainan jantung bawaan dapat berpengaruh pada kesehatan anak jangka panjang.

Mereka yang menderita penyakit ini biasanya menjalani operasi, prosedur kateter, pengobatan dan pada kasus yang parah juga mengharuskan sang anak untuk transplantasi jantung.

  • Arteroklerosis

Arteroklerosis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penumpukan lemak dan plak kolesterol di dalam arteri. Ketika penumpukan terus terjadi, arteri akan  mengalami penyempitan yang meningkatkan resiko penyumbatan darah dan serangan jantung.

Kondisi ini biasanya memakan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya arteroklerosis ini berkembang. Namun kasus arteroklerosis pada anak-anak dan remaja hingga saat ini masih jarang ditemukan.

Namun, obesitas, diabetes, hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya membuat anak-anak memiliki resiko tinggi untuk mengembangkannya.

  • Aritmia

Aritmia merupakan kondisi dimana detak jantung menjadi abnormal. Penyebabnya adalah jantung tidak memompa darah secara efisien. Aritmia memiliki berbagai jenis yang dapat terjadi pada anak-anak.

Kondisi tersebut meliputin detak jantung lebih cepat (takikardia)  tipe yang paling umum yang ditemukan pada anak-anak adalah supraventrikular takikardia, detak jantung lebih lambat (bradikardia), long Q-T Syndrome (LQTS) dan Wolff-Parkinson-White syndrome (WPW syndrome).

Pengobatan yag dibutuhkan tergantung pada jenis artimia yang di derita dan dampaknya pada anak-anak.

  • Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki merupakan penyakit yang jarang menimpa anak-anak dan dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah terutama pada bagian tangan, gigi, mulut, bibir dan tenggorokan.

Kondisi ini dapat menyebabkan demam dan peradangan pada kelenjar getah bening. Hingga saat ini para ahli masih belum yakin mengenai penyebabnya.

Menurut American Heart Association (AHA), mengungkapkan bahwa penyebab utama dari penyakit jantung pada sebanyak 1 dari 4 anak dan sebagian besar berusia di bawah 5 tahun.

  • Murmur Jantung

Murmur jantung merupakan bunyi “desingan” yang dibuat oleh darah yang beredar melalui bilik atau katup jantung, atau melalui pembuluh darah dekat dengan jantung.

Kondisi ini sering tidak berbahaya namun dapat memicu penyakit kardiovaskular. Murmur jantung dapat disebabkan oleh penyakit jantung konginetal, demam atau anemia.

  • Perikarditis

Kondisi ini terjadi ketika kantung tipis atau membran yang mengelilingi jantung (perikardium) menjadi terinfeksi dan meradang.

Jumlah cairan antar 2 lapisannya akan meningkat, merusak kemampuan jantung untuk memompa darah seperti seharusnya.

Perikarditis dapat terjadi setelah operasi penyakit jantung konginetal, disebabkan infeksi bakteri, trauma pada dada atau gangguan jaringan ikat seperti lupus.

  • Penyakit Jantung Rematik

Ketika tidak ditangani, bakteri streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan dan demam berdarah juga dapat menyebakan penyakit jantung rematik.

Penyakit ini dapat bersifat serius dan  menyebakan kerusakan permanen pada katup jantung dan otot jantung (dengan menyebabkan peradangan otot antung yang dikenal sebagai miokarditis).

Menurut Seattle Children’s Hospital, demam rematik biasanya terjadi pada anak yang berusia 5 hingga 15 tahun, tetapi gejala rematik jantung tidak terlihat hingga 10-20 tahun setelah penyakit aslinya menyerang.

  • Infeksi Virus

Virus, selain dapat menyebakan gangguan pernapasan atau flu, juga dapat berdampak pada kesaehatan jantung. Infeksi virus dapat menyebabkan miokarditis yang berdampak pada kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Infeksi virus pada jantung bersifat jarang dan dapat menunjukan beberapa gejala. Ketika gejalanya muncul biasanya serupa dengan gejala flu, termasuk kelelahan, napas pendek dan dada terasa tidak nyaman.

Itulah beberapa jenis penyakit jantung yang sering di temukan pada anak-anak, diagnosis dan pengobatan yang tepat sangat dibutuhkan agar kondisi ini tidak terjadi berkepanjangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!