Selain Diabetes, Inilah Dampak Buruk Jika Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Selain Diabetes, Inilah Dampak Buruk Jika Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Selain Diabetes, Inilah Dampak Buruk Jika Terlalu Banyak Konsumsi Gula

acepherbal.com – Makanan manis dengan kadar gula tinggi sudah tidak sulit untuk ditemukan. Dampak mengonsumsi gula berlebih dalam jangka pendek diantaranya dapat mengakibatkan jerawat, bertambahnya berat badan dan mudah lelah. Sedangkan dampak jangka panjangnya ialah dapat memicu penyakit kronis diantaranya diabetes hinngga penyakit jantung.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang-orang di Amerika Serikat diketahui banyak mengonsumsi gula terutama dari produk-produk yang menggunakan pemanis buatan.

Di Indonesia sendiri, menurut data yang diperoleh dari United States Department of Agriculture (USDA) mengungkapkan bahwa penggunaan gula untuk penduduk Indonesia pada tahun 2018 diketahui sebanyak 11,47 kg per orang pertahun  atau 32 gram per orang per hari.

Beberapa orang yang mengonsumsi gula berlebih mengalami sejumlah gejala seperti lebih mudah lelah, gangguan suasana hati hingga perut kembung.

Selain Diabetes, Inilah Dampak Buruk Jika Terlalu Banyak Konsumsi Gula

  • Kerusakan Gigi

Gula merupakan hal yang sangat disukai bakteri. Ketika bakteri mencerna gula mereka akan menghasilkan asam sebagai zat sisa. Dimana zat sisa inilah yang dapat mengikis enamel gigi yang berpotensi menyebakan gigi berlubang.

  • Jerawat

Pada sebuah penelitian mahasiswa di Cina tahun 2018 menunjukan, bahwa mereka yang meminum minuman manis 7 kali sehari dalam satu minggu atau lebih, wajahnya akan cenderung lebih berjerawat.

Selain itu, pada studi tahun 2019 menunjukan bahwa mengurangi konsumsi gula dapat menurunkan fakor pertumbuhan seperti insulin, androgen dan sebum, yang semuanya berkontribusi pada tumbuhnya jerawat.

  • Obesitas

Gula dapat memengaruhi hormon seseorang yang bertugas mengontrol berat badan orang tersebut. Hormon ini dinamakan leptin yang bekerja memberi informsi kepada otak kapan seseorang harus berhenti untuk makan.

Namun jika melihat penelitian pada tahun 2008, diet rendah gula justru menyebabkan seseorang memiliki resistensi leptin.  Sayangnya penelitian ini masih dibutuhkan uji laboratorium lebih pada manusia.

  • Diabetes dan Resistansi Insulin

Banyak masyarakat yang sudah mengeahui bahwa konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terkena diabetes. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) juga menambahkan bahwa faktor risiko lainnya seperti obesitas dan resistansi insulin juga dapat menyebabkan diabetes.

  • Penyakit Kardiovaskular

Pada sebuah studi prospektif besar tahun 2014 menemukan bahwa orang yang mendapat 17-20% kalori harian dari tambahan gula memiliki risiko 38% lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular daripada mereka yang mengonsumsi hanya 8% gula tambahan per harinya.

Untuk mereka yang mengonsumsi 21% energi dari gula tambahan, maka resiko untuk terkena penyakit kardiovaskular menjadi dua kali lipat.

  • Tekanan Darah Tinggi

Penelitian tahun 2011, para ahli menemukan kaitan antara minuman dengan pemanis buatan dan tekanan darrah tinggi atau hipertensi.

Sebuah tinjauan dalam Pharmacological Research menunjukan bahwa hiperensi merupakan faktor resiko dari penyakit kardiovaskular. Hal ini juga berarti bahwa gula dapat memperburuk kedua kondisi tersebut.

  • Kanker

Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif dan obesitas. Faktor-faktor ini dapat berdampak pada risiko seseorang untuk terkena kanker. Sebuah tinjauan dalam Annual Review of Nutrition menemukan 23-200% minuman bergula dapat meningkatkan risiko kanker.

Kurangi Makanan Olahan dan Kemasan

Produsen makanan sering menambahkn gula untuk membuat rasa yang lebih menarik. Sering kali hal ini tidak disadari orang-orang mengenai seberapa banyak kandungan gula yang ada pada makanan tersebut. Dengan menghindari makanan olahan Anda dapat lebih memahami kandungan yang terdapat dalam makanan.

Mengonsumsi makanan yang diolah di rumah jauh lebih baik karena kita tahu bahan apa saja yang dimasukan ke dalam makanan yang nantinya kita konsumsi.

Itulah beberapa dampak buruk yang berpotensi Anda alami jika terlalu sering mengonsumsi gula. Mengurangi asupan gula dari sumber yang umum seperti makanan kemasan dan berpengawet juga memprioritaskan makanan yang lebih sehat seperti sayur dan buah adalah hal terbaik agar terhindar dari resiko terburuk.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!