Mengenal Lebih Jauh Mengenai Usus Buntu: Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Usus Buntu: Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

acepherbal.com – Usus buntu atau apendisitis terjadi ketika usus buntu atau apendix mengalami peradangan yang dapat bersifat akut maupun kronis.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Usus Buntu: Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Di Indonesia, penyakit usus buntu ini masuk ke dalam 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit pada tahun 2009 dengan total kasus sebanyak 30.703 kasus, sedangkan yang meninggal sebanyak 234 pasien (Depkes RI tahun 2010).

Usus buntu yang tidak mendapatkan pengobatan dengan tepat dapat menyebabkan pecah usus buntu yang dapat menyebabkan bakteri masuk ke rongga perut yang dapat menjadi kondisi serius dan fatal.

Gejala Usus Buntu

Jika Anda menderita usus buntu, Anda akan mengalami beberapa gejala berikut, diantaranya:

  • Nyeri di bagian atas perut atau disekitar pusar
  • Nyeri dibagian perut kanan bawah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Gangguan pencernaan
  • Muntah
  • Diare
  • Konstipasi
  • Pembengkakan pada perut
  • Ketidakmampuan untuk membuang gas
  • Demam ringan

Nyeri usus buntu dapat bersifat ringan dan seringkali menetap bahkan nyerinya akan memburuk seiring  berjalannya waktu. Rasa nyeri ini biasanya akan dirasakan pada perut bagian atas atau area pusar, sebelum akhirnya berpindah ke perut kanan bawah.

Jika Anda mengalami sembelit dan sudah di diagnosis usus buntu, hindari penggunaan pencahar karena obat tersebut dapat menyebabkan usus buntu ini pecah. Pengobatan yang cepat dan tepat dapat mencegah gejala usus buntu semakin meluas.

Penyebab Usus Buntu

Pada kebanyakan kasus, penyebab utama dari usus buntu tidak diketahui. Para ahli percaya bahwa kondisi ini berkembang ketika bagian dari usus buntu ini tersumbat. Banyak hal yang berpotensi menyebabkan sumbatan pada usus buntu, diantaranya:

  • Feses keras yang menumpuk
  • Pembesaran folikel limfoid
  • Cacing usus
  • Cedera traumatis
  • Tumor

Ketika usus buntu tersumbat, bakteri akan membelah dan berkembang biak di dalamnya. Kondisi ini dapat memicu pembentukan nanah dan pembengkakan yang dapat menyebabkan tekanan rasa sakit pada perut.

Jenis-jenis Usus Buntu

  • Usus Buntu Akut

Usus buntuk akut merupakan usus buntuk yang sudah parah dan terjadi secara mendadak. Gejalanya cenderung berkembang cepat sekitar 1-2 hari.

Kondisi ini membutuhkan pengobatan sesegera mungkin. Karena jika tidak ditangani, usus buntu akan pecah sehingga menimbulkan kondisi serius bahkan komplikasi yang fatal. Usus buntuk akut lebih umum daripada usus buntu kronis.

  • Usus Buntu Kronis

Usus buntu kornis merupakan kondisi yang kurang umum. Pada kasus ini, gejalanya bersifat ringan. Bahkan dapat mereda dan kambuh kembali dalam kurun waktu berminggu-minggu hingga bertahun-tahun.

Jenis usus buntu ini sulit didiagnosa. Terkadang tidak terdiagnosa hingga usus buntu ini berkembang menjadi usus buntu akut.

  • Usus Buntu pada Anak-anak

Diperkirakan 70000 anak-anak mengalami usus buntu setiap tahunnya di Amerika Serikat. Meskipun kondisi ini umumnya menyerang orang-orang yang berada di usia antara 15-30 tahun, namun sebetulnya usus buntu ini dapat terjadi di usia berapa saja.

Pada anak-anak dan remaja, usus buntu menyebabkan nyeri perut terutama dekat pusar. Nyeri ini pada akhirnya menjadi lebih buruk dan berpindah ke bagian perut kanan bawah.

Gejala-gejala yang sering dirasakan anak-anak diantaranya:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Demam
  • Mual
  • Muntah

Jika gejala-gejala di atas dirasakan si kecil sebaiknya segera membawanya ke praktisi kesehatan terdekat.

  • Usus Buntu Selama Kehamilan

Usus buntuk akut merupakan kondisi obstetrik yang paling umum yang memerlukan pembedahan selama kehamilan. Diperkirakan kodisinya menyerang 0.04-0.2% wanita hamil.

Gejala usus buntu dapat disalah artikan dengan gejal-gejala yang sering terjadi pada wanita hamil. Kehamilan juga dapat menyebabkan usus buntu menjadi naik sehingga menyebabkan rasa sakit yang berkaitan dengan usus buntu. Sehingga kondisi ini lebih sulit untuk di diagnosa.

Cara Mencegah Usus Buntu

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah usus buntu. Namun Anda dapat menurunkan resiko perkembangan dari kondisi ini dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat.

Meskipun penelitian lebih jauh dibutuhkan untuk mengetahui kaitan ini, namun kebanyakan kasus usus buntu terjadi ketika mereka tidak mengonsumsi serat yang cukup.

Berikut beberapa makanan yang kaya akan serat, diantaranya:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Lentil, kacang kedelai dan legum
  • Oatmeal, nasi coklat dan gandum utuh

Faktor Resiko Usus Buntu

Usus buntu dapat menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa orang yang cenderung mengembangkan kondisi ini, diantaranya:

  • Usia, apendisitis atau susu buntu sering menyerang orang-orang yang berada di usia 15-30 tahun.
  • Jenis kelamin, usus buntu lebih sering menyerang pria dari pada wanita.
  • Riwayat keluarga, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan usus buntu, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi serupa.

Itulah informasi singkat mengenai usus buntu. Menjaga asupan makanan dnegan memperbanyak konsumsi sayur dan buah sangat baik untuk mencegah usus buntu.

source: https://www.healthline.com/health/appendicitis

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Konten dilindungi !!